Kiper Chelsea, Petr Cech mengakui telah melakukan persiapan cukup serius jika final Liga Champions melawan Bayern Muenchen harus diselesaikan melalui drama adu penalti. Apalagi, Cech punya kenangan buruk dengan adu penalti di final.
Penjaga gawang berusia 29 tahun itu masih ingat ketika 2008 lalu, The Blues kalah dari Manchester United melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 sepanjang laga.
Dan meskipun ia yakin timnya bisa menang dalam waktu normal di Allianz Arena, Cech mengaku telah mempelajari kemungkinan adu penalti. Salah satunya menonton adu penalti Bayern kontra Real Madrid di semifinal.
“Aku akan memiliki semua informasi yang dibutuhkan untuk adu penalti, tapi aku pikir ini akan ditentukan dalam 90 menit,” katanya. “Aku telah menonton rekaman permainan Bayern. Aku telah melihat semua, tapi pada akhirnya itu semua tergantung apakah eksekutor penalti cukup tangguh untuk tenang dalam menempatkan bola. Jika dia melakukan itu, kiper tidak memiliki kesempatan. Sehingga dalam tendangan penalti, Anda yang harus bisa memaksa eksekutor melakukan kesalahan.”
Cech juga coba mengenang peristiwa di final 2008, ketika timnya kembali harus dikalahkan Man. United melalui drama adu penalti.
“Pada 2008, kami punya banyak informasi tentang penalti Manchester United. Kami kalah dari mereka dalam adu penalti sebelumnya, tetapi Anda tidak dapat selalu bergantung pada apa yang Anda lihat. Anda perlu bergantung pada naluri Anda. Kami memiliki 120 menit dan adu penalti untuk memenangkan piala tetapi tidak terjadi. Anda tidak dapat mengubah sejarah. Anda hanya dapat mengubah masa sekarang dan masa depan. Dan sekarang kami akan mencoba lagi,” pungkas dia.









