Manajer Interim Chelsea mengejutkan banyak pihak ketika ia memilih Salomon Kalou, Paulo Ferreira dan John Obi Mikel di pertandingan leg 1 perempat final Liga Champions melawan Benfica, Selasa 27 Maret 2012.
Sebelum pertandingan, para pengamat sepakbola mengira jika Chelsea akan menelan kekalahan seperti saat mereka dibantai Napoli di leg 1 babak 16 besar Liga Champions. Ketika itu Andre Villas-Boas juga memakai line-up yang aneh dengan tidak memakai jasa trio Frank Lampard, Michael Essien dan Ashley Cole.
Kini melawan Benfica Di Matteo sangat percaya diri dengan membangkucadangkan Lampard, Essien, Didier Drogba juga Daniel Sturridge. Tapi kali ini bukan kekalahan yang didapatkan The Blues, melainkan kemenangan vital. Gol kemenangan dicetak oleh Kalou yang ketika di rezim Villas-Boas kerap dipinggirkan.
Ternyata, alasan utama Di Matteo adalah jadwal Chelsea yang sangat padat. Dalam waktu 20 hari mereka harus bermain sebanyak tujuh pertandingan. Itu termasuk semi final Piala FA melawan Tottenham Hotspur pada 15 April 2012.
“Saya akan melibatkan semua orang yang ada di klub. Saya menginginkan pemain berjuang untuk Chelsea sampai akhir musim nanti. Dan masalahnya, Anda tidak bisa memainkan pemain yang sama di setiap pekannya.”
Di Matteo juga berjanji kepada pemain-pemain yang jarang dimainkan akan tetap ambil bagian baik di kompetisi Premier League, Piala FA maupun Liga Champions.
“Saya jamin, pemain-pemain yang di awal musim jarang bermain akan menjadi mendapatkan peran lebih. Saya tidak akan meninggalkan mereka.”
Mengenai peluang Chelsea di Liga Champions, Manajer asal Italia itu bersikeras jika jalan Chelsea menuju semifinal masih panjang meski mereka unggul 1-0 di kandang lawan.
“Kita tidak mengandalkan kemenangan itu, lagipula kami hanya menang 1-0. Masih ada 90 menit yang harus dimainkan.”(JC)









