Pelatih PSS Sleman Widiyantoro menyiapkan dua gelandang bertahan untuk laga tandang menghadapi Persik Kediri 13 Januari mendatang.
Menurut Wiwid, sapaan akrabnya, ada beberapa alternatif untuk skema tersebut misalnya dengan mendorong posisi Marwan Muhammad lebih ke atas. Sebagai gantinya, posisi gelandang bertahan bakal ditempati Agus ‘Awang’ Setiawan serta Agung ‘Gundul’ Wicaksono.
Nantinya, di babak kedua, salah satu dari kedua pemain PSS Sleman tersebut ditarik keluar, kemudian digantikan Anang Hadi. Dengan demikian, Marwan Muhammad kembali bermain sebagai gelandang bertahan.
“Kalau Anang [Hadi] dalam menyerang sangat bagus tapi kalau bertahan dia masih kurang. Saya ingin gelandang yang baik dalam menyerang tapi juga kuat saat bertahan,” ujarnya di Stadion Tridadi, Senin (6/1) sore.
Sebenarnya posisi gelandang serang bisa ditempati Fahrikin namun pemain mungil tersebut justru ditarik ke sayap kanan menggantikan posisi Agus ‘Grandong’ Purwoko yang belum pulih dari cedera Dalam uji coba Senin kemarin sore, Grandong turut hadir di lapangan dan hanya latihan ringan.
Untuk mengantisipasi kondisi Andrid Wibawa yang bsia jadi tidak disertakan ke Kediri, bek sayap, Zaenal Fanani, sedikit didorong ke atas menjadi gelandang sayap sementara posisi bek kiri kembali ditempati Adrian Samsul yang sempat diparkir ketika PSS menjamu PSIS Semarang pekan lalu.
Manajer PSS Rumadi mengungkapkan kualitas permainan pemain pelapis PSS masih jauh dibandingkan dengan para pemain inti. “Ya terlihat jauh sekali perbedaannya,” ujar Manajer Rumadi. Dalam uji coba kemarin, di babak pertama para pemain pelapis gagal tampil menawan.
Serangan demi serangan yang dibangun selalu bisa dibaca oleh lawan. Mereka baru bisa mencetak dua gol jelang berakhirnya babak pertama melalui kaki striker asal Klaten, Basten. Para suporter yang datang sore itu juga turut menyoraki para pemain pelapis yang mudah kehilangan bola. Yang menjadi perhatian mereka yakni Agung ‘Gundul’ Wicaksono. Dalam uji coba tersebut, Gundul terpaksa dikartu merah wasit karena dua kali melakukan pelanggaran keras. Selain Gundul, Nanda Nasution juga gagal tampil menawan. Dia sering salah posisi serta umpan-umpan tidak akurat.
Rumadi mengungkapkan ia mulai berpikir untuk menambah pemain guna melapis para pemain inti karena bursa transfer sampai 31 Januari. “Soal itu lihat saja nanti, kemungkinan bisa,” tambahnya.










