Rapat yang digelar pejabat PT Persebaya Indonesia (PI) tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/8/12), memunculkan rumor pemutusan hubungan kerjasama dengan konsorsium.
Direktur Utama PT PI, Cholid Goromah, tidak menyebutkan secara terang-terangan mengenai hubungan Persebaya dengan konsorsium untuk musim depan. Namun Cholid mengaku kecewa terhadap penanganan konsorsium selama satu musim terakhir.
“Agendanya mulai menata untuk persiapan tim musim depan. Termasuk juga membahas mengenai sponsorship,” ucap Cholid menjelaskan rapat persiapan menghadapi musim 2012-13 yang digelar Jumat malam itu.
Salah satunya adalah dengan mengambil alih pengelolaan keuangan dan sponsor, yang selama ini mengalami masalah. Musim lalu, hanya sedikit sponsor yang mau bekerjasama dengan ‘Bajul Ijo’. Bahkan spot sponsorhip utama di kostum pemain pun dibiarkan kosong.
Selama ini Persebaya lebih banyak menggantungkan masalah keuangan dan perburuan sponsor kepada konsorsium, yang ternyata gagal menjalankan kewajibannya. Gaji para pemain sempat tertunggak selama beberapa bulan dan memaksa CEO Persebaya, Gede Widiade, meminjamkan dana pribadinya sebesar 3,6 miliar rupiah.
“Dengan penataan yang baik, Insya Allah hal-hal seperti keterlambatan gaji dan lain-lain tidak akan terulang. Makanya kami ingin menempatkan Pak Gede dan Pak Saleh (Hanifah, manajer tim) di tempat semula,” ucap Direktur Utama PT PI, Cholid Goromah.
Dalam pertemuan ini Persebaya akan menginventarisir sponsor yang berminat ke ‘Bajul Ijo’, termasuk sponsor-sponsor yang sempat didekati PT Pengelola Persebaya. Menurut Cholid, saat ini sudah ada beberapa sponsor besar yang siap bekerja sama.
“Kami tidak mau buru-buru menerima tawaran itu. Sebab, kami ingin musim depan benar-benar tertata rapi dan tidak ada lagi masalah non teknis seperti keterlambatan gaji dan lain-lain,” sambung Ketua Pengcab PSSI Surabaya itu.
Manajemen belum bertindak terlalu jauh seputar persiapan tim, namun tiga pemain ikon Persebaya, Andik Vermansyah, Rendi Irawan dan Taufiq dipastikan dipertahankan.









