Pelatih Antonio Conte dihukum 10 bulan atas kasus Scommessopoli. Namun, hal itu tak membuatnya kehilangan jabatan sebagai pelatih Juventus.
Federasi Sepakbola Italia (FIGC) resmi memberikan hukuman 10 bulan larangan mendampingi tim kepada Conte disebabkan kasus Scommessopoli atau skandal pengaturan skor saat masih menjabat pelatih Siena di musim 2010/2011.
Dengan sanksi tersebut ini berarti Conte baru bebas dari sanksi pada pertengahan tahun depan. Skorsing ini jelas pukulan untuk Juve mengingat mereka baru saja meraih Scudetto dan akan berlaga di Liga Champions musim ini.
Kerja Conte akan diambil alih selama semusim oleh pelatih tim muda Juve, Massimo Carrera dan dengan orang yang minim pengalaman melatih tim senior, boleh jadi Juve akan mencari sosok yang lain yang lebih berpengalaman.
Terkait hal itu, Direktur Olahraga Juve Beppe Marotta memastikan jika Conte akan tetap dipertahankan sebagai pelatih Bianconeri dan tetap menunggu hingga Conte terbebas dari skorsing.
“Antonio adalah arsitek utama saat kami memenangi liga dan bahkan mengingat fakta bahwa peran pelatih modern saat ini adalah mengelola tim, kami yakin bahwa pekerjaan yang sudah dilakukan selama seminggu masih bisa berlanjut,” Ujar Marotta di Football Italia.
“Pertandingan akan sedikit seperti ujian untuk pelajar, yang harus belajar sehari sebelum kelulusan mereka,” sambungnya.
“Antonio sedang kalah dalam pertarungan di mana ia punya halangan lain untuk dilalui. Kami tidak pernah berpikir untuk mengganti pelatih. Bahkan ide untuk dia mundur pun tidak pernah terpikirkan,” pungkas Marotta.









