Klub dinilai tak perlu membayar ke agen saat melakukan proses transfer pemain. Legenda sepak bola Jerman yang juga adalah Direktur Eksekutif Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenigge, mengingatkan klub untuk tidak melakukan tindakan yang dinilainya “bodoh” itu.
“Seharusnya itu beban para pemain untuk membayarnya karena agen memberikan pelayanan kepada pemain dan bukan kepada klub,” ungkap Rummenigge dalam wawancara dengan surat kabar Bild, seperti dilansir AFP, Jumat (20/7/2012).
Pendapar Rummenigge ini juga didukung oleh pemilik klub juara Bundesliga, Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke. Namun menurutnya, seluruh klub harus sepakat akan hal ini demi persaingan sehat.
“Karl-Heinz Rummenigge sangat benar. Namun untuk mewujudkannya, semua klub harus sama-sama sepakat,” tutur Watzke.
Sementara itu, Manajer Schalke 04, Horst Held dan Direktur Olahraga Werder Bremen, Klaus Allofs, berpendapat, lebih baik ada tarif yang disepakati untuk para agen dari total biaya transfer. Allofs menilai, penetapan persentase tarif agen dari biaya transfer menjadi salah satu solusi.
Menurut para ahli, klub-klub Bundesliga telah membayar lebih dari 80 juta euro atau sekitar Rp 920,45 miliar kepada para agen dalam rangka proses transfer musim lalu. Seorang agen biasanya menetapkan tarif 10-15 persen dari total biaya transfer.
“Jika sebuah klub benar-benar menginginkan seorang pemain, mereka akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya. Para agen menetapkan komisinya dan mereka akan dibayar,” ungkap mantan pelatih yang kini menjadi agen pemain, Gerd vom Bruch.









