Striker Italia Mario Balotelli boleh membuat sensasi di Euro 2012. Dirinya pun menunjukkan kehebatannya dengan mengoleksi tiga gol dan membawa Italia ke final sebelum ditaklukkan Spanyol 0-4.
Meski gagal, Balotelli mungkin tetap dipuji karena kontribusinya bagi Gli Azzurri. Namun, itu tidak berlaku bagi mantan penyerang timnas Paolo Di Canio. Dia justru melontarkan kritik terhadap Balotelli. Di Canio yang pernah bermain di Lazio dan West Ham United menyebut kalau Balotelli tidak layak dipuji.
Menurutnya, dia lebih pantas ditampar saja karena cenderung egois saat tampil di Euro 2012. Meski menjadi top scorer di timnas, namun Di Canio menilai Balotelli lebih banyak bermain individu daripada tim.
“Balotelli pemain yang egois. Dia lebih pantas ditampar atas sikapnya itu. Balotelli menganggap seluruh dunia melawannya. Bagi anak muda seperti Balotelli, tamparan di pipi lebih pantas ketimbang tepukan bangga di pundak dari (pelatih) Cesare Prandelli,” kata Di Canio.
Di Canio menganggap Antonio Cassano yang justru menjadi kunci keberhasilan Italia menembus final. “Cassano adalah instrumen penting untuk Italia. Dia yang sesungguhnya membawa Italia sampai ke final,” tandasnya.








